Cara Budidaya Semut Jepang Mulai dari Awal Hingga Panen

Cara Budidaya Semut Jepang – Semut jepang saat ini menjadi tren baru dalam pengobatan alternatif berbahan alami, serangga yang satu ini dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Manfaat semut jepang yaitu dapat digunakan sebagai obat bagi berbagai macam penyakit, misalnya stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, asam urat, kolesterol tinggi, penyakit jantung, panas demam, dan masih banyak lagi.

Dengan manfaat yang begitu banyak, tak heran jika semut jepang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap semut jepang menjadikan budidaya semut jepang sebagai peluang usaha baru yang mungkin bisa Anda manfaatkan.

Persiapan Budidaya Semut Jepang

Semut jepang memiliki banyak manfaat karena didalamnya terdapat berbagai macam kandungan yang dibutuhkan oleh manusia. Kandungan semut jepang yang cukup tinggi adalah protein, kemudian ada asam amino, dan asam laktat, serta ada pula asam hialuronat.

Protein sangat penting dalam proses pemeliharaan jaringan dan regenerasi sel yang sudah mati. Asam amino sangat penting untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor, dapat meningkatkan pembuangan racun oleh hati, dan secara holistic mampu menjaga kesehatan tubuh.

Asam laktat dibutuhkan dalam proses pembentukan energi, dan asam hialuronat penting untuk menjaga stabilitas struktur interseluler.

Adapun cara dan langkah budidaya semut ini adalah sebagai berikut:

Siapkan Alat dan Bahan Budidaya

Sebelum Anda melakukan budidaya semut jepang, Anda harus mengetahui dulu alat dan bahan yang Anda butuhkan dalam budidaya. Alat tersebut yaitu toples bisa yang berbahan plastik maupun berbahan kaca, kapas dan kain kassa.

Bahan yang dibutuhkan yaitu bibit semut jepang dan ragi tape. Semua alat dan bahan tersebut harus Anda peroleh dulu, jangan membeli bibit dulu alatnya Anda siapkan karena bibit cukup rawan mati.

Siapkan Tempat Budidaya

Tempat yang akan digunakan sebagai media budidaya semut jepang yaitu toples tertutup atau bisa juga diganti dengan baskom. Toples yang akan digunakan untuk budidaya pertama dibersihkan terlebih dahulu, setelah itu tutup atasnya menggunakan tutupnya kemudian diberi lubang kecil-kecil sebagai ventilasi atau untuk lebih mudahnya wadah ditutup dengan kain kassa yang masih steril.

READ  Cara Ternak Kelinci yang Mudah dan Menghasilkan

Penutupan ini berfungsi untuk menghalangi debu masuk ke dalam tempat budidaya sehingga semut jepang bebas dari segala kontaminan. Toples selanjutnya ditaruh ditempat yang tidak terpapar sinar matahari namun juga tidak lembab, selain itu juga jauh dari predatornya.

Siapkan Ragi Tape dan Kapas Medis

Ragi tape dalam budidaya semut jepang berperan sebagai makanan semut jepang. Ragi ini bisa Anda peroleh di pasar tradisional ataupun di warung-warung, ragi ini biasanya berwarna putih dan bentuknya bulat.

Setelah ragi Anda peroleh, selanjutnya Anda harus mencari kapas medis. Kapas medis ini di apotek biasa disebut pula sebagai kapas steril, bentuknya berbeda dengan kapas kecantikan.

Jika kapas kecantikan bentuknya persegi, berlapis-lapis dan beraneka warna, maka kapas medis ini bentuknya hanya berupa bulatan-bulatan dan hanya berwarna putih saja. Kapas ini berfungsi untuk meletakkan telur semut.

Siapkan Bibit Semut Jepang

Setelah tempat siap, selanjutnya Anda bisa mulai mencari bibit semut jepang sebagai indukan. Untuk memilih indukan, Anda harus cermat karena indukan ini akan menentukan keberhasilan Anda dalam budidaya semut jepang.

Semut yang akan dijadikan indukan haruslah semut yang sudah dewasa dan siap bertelur. Umumnya harga semut jepang yang dapat dijadikan sebagai indukan sekitar Rp 1000 per ekor, namun harga tersebut bisa lebih mahal karena tergantung dengan ketersediaan.

Untuk dapat memulai budidaya, minimal Anda harus memiliki 30 ekor indukan, namun agar proses perkembangbiakan lebih cepat Anda bisa menaruh indukan sekitar 50 ekor.

Siapkan Tempat untuk Pemanenan

Semut jepang yang sudah berhasil dibudidayakan selanjutnya perlu ditaruh dalam kotak-kotak kecil ketika akan dipanen, sehingga konsumen yang akan membeli lebih mudah membawanya.

Di dalam kotak pemanenan juga perlu diberikan ragi sebagai pakan, agar selama di dalam wadah pemanenan semut tidak mati. Selama proses budidaya semut jepang, tidak perlu diberikan air untuk minum karena ini justru dapat mempengaruhi kelembaban tempat budidaya.

Langkah Praktis Memulai Ternak Semut Jepang

Menyusun Toples, Lengkap Dengan Kapas dan Ragi

Toples yang sudah disiapkan, selanjutnya diisi dengan kapas medis dan ragi. Ragi ini tidak harus dihancurkan, biarkan ragi masih dalam bentuk bulatan karena ini akan merangsang semut untuk lebih aktif bergerak sehingga proses perkembangbiakan juga akan semakin bagus.

Dalam budidaya semut jepang agar hasilnya memuaskan, Anda harus mempersiapkan tempat dengan sebaik mungkin sehingga semut merasa nyaman untuk bertelur di dalamnya.

READ  Cara Budidaya Cacing Tanah Mulai dari Awal Hingga Panen

Memasukkan Semut Jepang Indukan ke Dalam Toples

Semut jepang indukan selanjutnya Anda masukkan ke dalam toples yang sudah berisi dengan kapas dan ragi. Sesuaikan ukuran toples dengan jumlah indukan, jangan sampai indukan terlalu mendominasi di dalam toples.

Jika ukuran toples kecil sebaiknya indukannya juga sedikit, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu budidaya semut jepang akan cepat menghasilkan anakan dan ini juga akan mempengaruhi kecepatan proses perkembangbiakan yang juga akan semakin cepat.

Menutup Permukaan Toples dengan Kain Kassa

Setelah indukan semut jepang dimasukkan dalam toples, selanjutnya yang perlu Anda lakukan dalam budidaya semut jepang yaitu menutup permukaan toples dengan menggunakan kain kasa.

Penggunaan kain kasa ini berfungsi untuk mencegah semut jepang kabur dari kandangnya dan memberikan sirkulasi udara yang baik di dalam toples. Dengan adanya sirkulasi udara ini maka toples akan tetap dalam keadaan kering, kondisi ini sangat cocok untuk perkembangan semut jepang.

Cara Pemberian Pakan

Cara pemberian pakan harus diketahui oleh para pembudidaya semut jepang karena pakan memegang peran yang sangat dalam budidaya semut jepang. Pemberian pakan ragi yaitu 1 butir per tiga hari maksimal untuk 200 ekor semut jepang.

Ketika ragi sudah habis Anda harus segera memberikan ragi yang baru agar jangan sampai semut menjadi agresif. Jangan berikan pakan lain selain ragi, karena pakan yang paling cocok untuk semut jepang yang dibudidayakan hanya ragi.

Cara Panen Semut Jepang

Semut jepang yang sudah dibudidayakan dalam toples akan mulai bisa dipanen setelah dua bulan perawatan. Ketika pemanenan Anda mungkin akan kaget melihat jumlah semut jepang Anda jumlahnya sudah naik berkali-kali lipat dari jumlah awal, yang tadinya hanya 10 ekor bisa mencapai 300 ekor jika dihitung dengan larvanya.

Tentu ini merupakan jumlah yang sangat fantastis, oleh karena itu budidaya ini sangat menjanjikan untuk diseriusi.

Potensi membudidayakan semut jepang memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan jika diseriusi dengan baik. Modal awal yang Anda butuhkan tergolong kecil namun hasil yang Anda peroleh bisa dikatakan sangat luar biasa.

Untuk cara pemasaran semut jepang Anda bisa menjualnya melalui situs jual beli online yang saat ini semakin marak. Demikian sedikit informasi seputar persiapan dan langkah-langkah budidaya semut jepang, semoga informasi ini dapat menginspirasi Anda dalam menemukan peluang usaha baru.

Add Comment