Beternak Kelinci Bisa Hasilkan Daging Lebih Banyak Daripada Sapi?

Kelinci berkembang di seluruh dunia untuk tujuan manfaat manusia. Di daratan Eropa dan Amerika kelinci menjadi sumber gizi dan kesehatan yang baik, juga sebagai hewan hias/ piaraan para penghobi. Kelinci anggora merupakan jenis kelinci yang banyak dimiliki sebagai hewan hias peliharaan.

Di beberapa negara maju kelinci diperhatikan secara serius oleh pemerintah sebagai hewan yang harus mendapat perlindungan secara khusus. Sementara, kawasan Asia lebih menekankan penyediaan daging kelinci terbaik.

Adapun kelinci impor dari Amerika Serikat dan Eropa yang datang ke negara-negara Asia menjadi fenomena yang unik untuk peliharaan rumah.

Kelinci menghasilkan daging putih yang memiliki jaringan halus, kadar protein tinggi, lemak dan kolesterol yang rendah. Dari sini jelas bahwa daging kelinci memiliki potensi yang baik untuk makanan sehat, bahkan memberi dampak positif seperti memperbaiki sel-sel jaringan tubuh dan otak manusia.

Perbandingan Kadar Gizi Kelinci Pedaging dan Ternak Lainnya

Jenis DagingProtein (%)Lemak (%)Kadar Air (%)Kadar Kalori (%)
Kelinci20,810,2677,3
Ayam201167,67,5
Anak Sapi18,81466,68,4
Kalkun20,12858,310,9
Sapi 16,3225513,3
Domba51,72755,813,3

Sumber: Shaver (1981) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak (1984) dalam B. Sarwono, Kelinci Potong dan Hias, AgroMedia Pustaka,2007, hlm. 117.

Pemerintah di negara-negara maju yang menyadari potensi ini memiliki alasan khusus untuk memberikan perhatian kepada para peternak dan peneliti untuk sungguh-sungguh mengembangkan potensi kelinci pedaging, karena makhluk yang satu ini bisa menjadi solusi untuk menggantikan ternak unggas.

Kelinci pedaging memiliki potensi penghasil uang yang hebat karena kemampuan reproduksinya yang luar biasa. Rata-rata induk kelinci mampu melahirkan antara 6-8 anak setiap kelahiran. Induk hamil hanya butuh 30 hari. Masa menyusuinya 35 hari. Dalam waktu 65 hari, induk bisa dikawinkan lagi.

Untuk jenis kelinci penghasil daging, biasanya induk betina bisa dikawinkan pada hari ke-14 masa menyusui. Dengan begitu, kelinci bisa beranak antara 7-8 kali dalam setahun. Pola genjot produktivitas ini tentunya harus diimbangi dengan pelayanan pakan dan perawatan kelinci yang baik.

READ  Cara Merawat Kelinci Anggora dengan Benar

Ensminger, M.E, et al. (1990) dalam makalah “Potensi dan Peluang Teknologi Pengolahan Produk Kelinci”; dalam Kusmajadi Suradi, Balintak (2005), menyatakan, “Dari satu unit kelinci yang terdiri dari empat ekor induk dengan berat 45,39 kg dengan masa kehamilan 31 hari menghasilkan 175 ekor kelinci muda dengan berat masing-masing 1,82 kg atau 313,73 kg berat hidup dimana 58% dari berat itu akan diperoleh 181,56 kg daging selama 12 bulan.”

Sementara itu, dari seekor ternak sapi dengan berat 456,9 kg untuk memperoleh berat dari yang sama harus membutuhkan waktu 18 bulan. Hal ini dikarenakan masa bunting sapi yang lebih lama yakni 283 hari dan jumlah pada tiap kelahiran hanya satu ekor.

Perbandingan Penghasilan Daging Beberapa Hewan Ternak

Jenis TernakBerat Induk Dewasa (kg)Jumlah Anak/tahun (ekor)Total Berat Karkas/tahun (kg)Konversi Karkas Terhadap Berat Induk
Sapi5000,91730,35
Domba601,5380,63
Kambing451,5240,35
Kelinci Intensif44811729

Sumber tabel: Schlolaut (1982) Sartika (1992) E. Juarini, Sumanto dan B. Wibowo (Balitnak 2005).

Dari tabel di atas dapat kita perhatikan, sekalipun badan kelinci kecil, tetapi kelinci pedaging dalam setahun mampu menghasilkan lebih banyak daging dibandingkan sapi.

Add Comment