8 Nama Koreografer Indonesia yang Bertaraf Internasional

Beberapa bulan yang lalu kita pernah dihebohkan dengan tarian/joget yang booming dimana-mana, mulai dari kalangan entertaint atau bahkan hampir semua orang pada berlomba-lomba untuk menciptakan suatu gerakan tarian yang bisa dilakukan oleh semua orang.

Namun, semua itu hanya berlangsung beberapa saat saja. Karena mereka hanya mencari kepopuleran semata, bukannya menciptakan sebuah tarian yang mempunyai makna.

Tahukah kamu? Jauh sebelum kehebohan itu terjadi di Indonesia sudah banyak pencipta tari (koreografer) yang hasil karyanya tak pernah bisa lekang oleh waktu dan bahkan ada yang menyabet penghargaan internasional berkat dedikasinya yang luar biasa terhadap dunia seni.

Berikut ini beberapa nama koreografer Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara.

Bagong Kussudiardja

koreografer Bagong Kussudiardja
ayomenari.com

Bagong Kussudiardja, lahir di Yogyakarta, 9 Oktober 1928, meninggal di Yogyakarta, 15 Juni 2004. Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis asli dari Indonesia.

Beliau mengawali karirnya sebagai seorang penari Jawa klasik di Yogyakarta pada tahun 1954. Beliau mengenal seni tersebut melalui sebuah sekolah tari Kredo Bekso Wiromo, yang ketika itu berada di bawah bimbingan pangeran Tedjokusumo. Beliau juga merupakan seorang seniman tari Indonesia yang ternama.

Pada tanggal 5 Maret 1958 beliau mendirikan sebuah pusat latihan tari (PLT) lalu kemudian pada tanggal 2 Oktober 1978 beliau juga mendirikan sebuah padepokan seni yang bernama Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

Selama hidupnya, lebih dari 200 tari telah beliau ciptakan, baik dalam bentuk tunggal maupun massal, diantaranya: tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), dan juga Bedaya Gendeng (1980-an).

Boy G. Sakti

Yandi yasin alias Boy G. Saktii
nostalgia.tabloidnova.com

Yandi Yasin atau yang lebih dikenal dengan Boy G. Sakti lahir di Batusangkar, Sumatera Barat, 4 Agustus 1966. Dia ini merupakan salah seorang koreografer Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara.

Beliau sendiri mulai belajar menari sejak berumur 17 tahun di sebuah padepokan seni yang bernama Gumarang Sakti Dance Company, di bawah bimbingan ibunya, yang bernama Gusmiati Suid. Selain itu, beliau juga sempat belajar secara formal juga di Institut Kesenian Jakarta yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1992.

Hasil karyanya merupakan perpaduan antara tradisi Minangkabau yang kemudian digabungkan dengan teknik-teknik modern yang diadopsi dari berbagai macam sumber di dunia yang mencakup beragam dimensi, seperti sosial politik, teknologi, informasi sampai modernitas.

Tetapi, beliau juga bisa memadukan dengan budaya-budaya lokal lainnya, seperti budaya Bali yang pernah dipentaskan pada acara pembukaan Asian Beach Games 2008.

Selain mengelola Gumarang Sakti, kini beliau juga menjadi salah satu koreografer di Singapore Dance Theatre dan Ballet Philipine.

Beliau juga telah banyak mendapatkan penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri atas prestasinya tersebut, seperti karyanya Batagak yang berhasil meraih Juara I Lomba Koreografi (l989) dan penghargaan “Bessie Award” yang diselenggarakan di New York dalam bidang koreografi dan kreatifitas bersama Gumarang Sakti (1991) serta Scholarship untuk belajar langsung dari workshop yang berada di New York, Amerika Serikat (2000).

Deddy Luthan

Koreografer Deddy Luthan
sinarharapan.co

Hendrawanto Panji Akbar Luthan atau yang dikenal dengan Deddy Luthan, lahir di Jakarta, 25 April 1951, meninggal di Jakarta, 10 Juli 2014. Beliau merupakan seorang koreografer tari asal Indonesia.

Beliau juga merupakan pengelola sekaligus pemimpin kelompok tari Deddy Luthan Dance Company. Banyak karya yang sudah beliau persembahkan untuk dunia seni tari Indonesia. Selain itu, beliau juga sering mendapatkan penghargaan Internasional berkat prestasinya tersebut.

Didik Nini Thowok

Pencipta tarian persembahan
photobucket.com

Didik Hadiprayitno, SST. Yang memiliki nama lahir Kwee Tjoen Lian dan Kwee Tjoen An atau yang lebih dikenal dengan Didik Nini Thowok, lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 13 November 1954.

Beliau merupakan seorang penari, koreografer, komedian, pemain pantomim, penyanyi, sekaligus seorang pengajar berkebangsaan Indonesia.

Banyak koreografi yang sudah dia ciptakan, salah satunya adalah “Tari Persembahan”, yang merupakan gabungan dari gerak tari Bali dan Jawa pada pertengahan 1971. Tarian ini sangat terkenal, dan berhasil menyabet penghargaan juga.

Ery Mefri

Koreografer Ery Mefri
goethe.de

Ery Mefri, lahir di Saningbakar, Solok, Sumatera Barat, 23 Juni 1958. Beliau merupakan seorang koreografer tari asal Indonesia. Beliau juga menjadi pimpinan kelompok tari Nan Jombang Dance Company.

Dalam berkarya, beliau banyak mengolah unsur-unsur tari tradisional Minangkabau seperti Boy G. Sakti. Disamping itu beliau juga masih satu naungan dengan Boy G. Sakti, yaitu dari Gumarang Sakti Dance Company.

Theodora Retno Maruti

Koreografer tari Jawa klasik
tupperware.co.id

Theodora Retno Maruti, lahir di Solo, Jawa Tengah, 8 Maret 1947. Beliau merupakan seorang seniman tari dan juga maestro tari Jawa klasik bergaya Surakarta.

Beliau juga seorang koreografer yang mengembangkan tari Jawa klasik yang dianggap sudah kuno menjadi suatu tarian yang mampu memukau selera penonton modern dalam beberapa pagelaran monumental yang dilakoninya. Disamping itu semua beliau juga dikenal sebagai pencetak penari muda berbakat.

Selain itu, beliau merupakan satu-satunya koreografer wanita yang bertaraf Internasional.

Rusdi Rukmarata

Kreografer Rusdi Rukmarata
sosbud.kompasiana.com

Tidak banyak informasi yang aku ketahui tentang beliau. Namun, beliau adalah seorang pendiri, penari, dan koreografer Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) dan pandita utama dari Nichiren Shoshu Indonesia (NSI).

Sardono Waluyo Kusumo

koreografer Sardono Waluyo Kusumo
ayomenari.com

Sardono Waluyo Kusumo, lahir di Solo, 6 Maret 1945. Beliau merupakan seorang penari, koreografer, sutradara film, sekaligus salah seorang tokoh tari kontemporer Indonesia. Beliau pertama kali belajar menari tarian klasik Jawa ‘alusan’ pada R.T. Kusumo Kesowo (master tari kraton Surakarta).

Pada tahun 1968 beliau menjadi anggota termuda IKJ yaitu usia 23 tahun. Dan pada tahun 1970-an beliau mendirikan Sardono Dance Theatre. Beliau juga pernah mendapatkan penghargaan Prince Claus Awards dari Kerajaan Belanda pada tahun 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *